Sebab & Solusi Gagal Verifikasi Google Analytics

Setelah mengetahui hasil pemasangan kode pelacakan Google Analytics yang anda lakukan belum berhasil alias gagal, maka sekarang pertanyaannya apa yang menyebabkan semua itu terjadi lalu apa solusinya agar proses verifikasi itu menjadi berhasil?


Sebab & Solusi Gagal Verifikasi Google Analytics


Setidaknya, ada 3 sebab umum kenapa verifikasi Google Analytics yang anda lakukan menjadi gagal:

1. Kode Pelacakan belum dipasang


Sebab & Solusi Gagal Verifikasi Google Analytics

Ini bisa terjadi setelah mengirim form pendaftaran blog di situs Google Analytics sesuai data yang diminta, anda berhenti sampai disitu saja. Anda tidak melanjutkan ke langkah berikutnya, yaitu memasang tag meta atau kode pelacakan agar blog anda jadi terhubung dengan server Google Analytics.  Akibatnya saat anda melakukan klaim verifikasi sistem menjawab, bahwa kode pelacakanya belum anda pasang, seperti gambar diatas.

Kemungkinan lain,
Bisa juga kode pelacakannya sudah anda pasang. Tapi sesudahnya, anda ganti template. Namun script javascript atau kode pelacakannya tidak anda copy ke template anda yang baru. Akibatnya saat anda melakukan klaim atau pengecekan sesudahnya, tentu saja sistem Analytics akan melaporkan bahwa anda belum memasang kode pelacakannya.


2. Letak kode pelacakan salah


Sebab & Solusi Gagal Verifikasi Google Analytics


Sebenarnya secara terbuka Google Analytics sudah menayangkan di situs resminya, bahwa kode pelacakan itu dipasang pada diantara tag <head> dengan tag </head>. Persisnya bisa dibawah tag <head> pembuka, dan bisa juga diatas tag </head> penutup. Tapi karena mengikuti tutorial di sebuah blog atau situs, bisa jadi yang mereka bagikan, lokasi penempatanya berbeda. Akibatnya tentu saja sistem membaca, bahwa anda salah pasang posisi, seperti yang dilaporkan gambar diatas.


3. Kode Pelacakan Rusak


Sebab & Solusi Gagal Verifikasi Google Analytics


Pada kasus ini, anda sudah memasang kode pelacakan atau tag meta Google Analytics pada lokasi yang diminta pada template blog anda. Tapi saat melakukannya, karena anda kurang teliti alias ceroboh, maka efeknya diluar perkiraan anda, rupanya ada kode atau karakter yang terpotong alias tidak terbawa semuanya dari situs Google Analytics. Akibatnya tentu saja sistem jadi tahu dan melaporkannya seperti gambar diatas.

Kemungkinan lain,
Bisa juga karena anda mengedit, memparse, atau mengkonvert kode pelacakan tersebut dengan tujuan ingin mempercepat loading blog. Atau menyimpan semua script javascript kode pelacakan itu pada situs lain seperti Google Drive dan sejenisnya dengan tujuan yang sama. Speed loading blog anda, memang jadi bertambah sekian point. Tapi efeknya, robot Google Analytics tidak bisa mendeteksi bahwa kode pelacakannya, sudah anda pasang di blog anda. Atau dinilainya telah rusak.


SOLUSI


Jadi kesimpulannya, lakukanlah pemasangan kode pelacakan atau tag meta Google Analytics benar-benar seperti yang mereka harapkan. Mulai dari keakuratan kode yang dicopy, sampai dengan posisi letaknya pada template blog anda. Lalu jangan melakukan pengeditan atau utak-atik apapun terhadap kode tersebut. Karena sejauh ini, tindakan seperti itu belum mereka dukung. Entah kalau nanti. Selanjutnya setelah kode tersebut terpasang, jangan pernah menanggalkannya. Jika anda utak-atik template, pastikan kode pelcakan tersebut tidak ada yang terpotong kodenya. Atau saat anda gonta-ganti template, pastikan kode pelacakan tersebut tetap anda copy ke template blog anda yang baru.

Bagi anda yang sudah terlanjur keliru, lakukan kembali dari awal untuk memperbaikinya sampai proses verifikasi itu berhasil. Detail acara melakukannya, sudah saya bagikan disini: Cara Memasang Kode Pelacakan Google Analytics dengan Benar.
Komentar yang tidak relevan, jorok, spamming dan promosi link akan dihapus

Desember 2015 - blogernas