Judi Bola
QUOTE
Yang umum diyakini, membuat blog itu susah.
Apalagi menjadikannya untuk mencari uang di internet.
Tapi ketahuilah, itu hanya mitos!
Temukan inspirasi dan semangat baru di sini
terbaru

Eka Lesmana di Pentas Kritik Erianto Anas

: Rabu, Maret 16, 2016

Jika anda penggemar Eka Lesmana, tahan nafas sebelum usai. Jika anda penggemar Erianto Anas, tunda untuk berseru. Kritik yang dipaparkan tulisan ini, belum tentu seperti yang anda bayangkan.

Semalam saya mendengar video tanya jawab Eka Lesmana, yang saya download dari Youtube. Judulnya: Tanya Jawab Seputar Blog dan Adsense. Seingat saya dalam video itu dia banyak ditanya para penggemarnya di Facebook. Pertanyaannya bervariasi. Mulai dari masalah cara membangun blog, optimasi SEO, menghindari amukan banned Google, sampai dengan monetizing dengan Adsense. Saya mendengarkan video itu, sambil bekerja. Sambil membersihkan warnet saya. Dengan HP. Pakai headset.


Eka Lesmana di Pentas Kritik Erianto Anas

Sumber Gambar Eka Lesmana dan Timbangan: Google Image


Saya ingin mendengarkan video Eka Lesmana, karena saya ingin mencari sesuatu yang berbeda. Trik-trik yang diluar pengetahuan dan pengalaman saya sendiri sebagai Blogger. Siapa tahu, ada sesuatu yang luar biasa yang mengejutkan saya. Karena saya tahu, Eka salah satu Publisher Adsense muda yang sukses luar biasa dengan skala Indonesia. Rata-rata earningnya 120 juta perbulan dari Adsense. Itu pencapaian yang benar benar spektakuler. Karena itulah saya penasaran. Apa jurusnya dalam blogging. Tentu ada sesuatu yang luar biasa juga. Jika tidak, mana mungkin dia bisa berhasil dengan angka yang sangat fantastik seperti itu.

Lalu apa yang saya dapatkan?
Biasa saja. Jurus-jurus yang dikatakan Eka, tidak begitu wah. Hanya trik yang sudah lazim dilakukan oleh para Blogger selama ini sepanjang yang saya tahu dan praktek blogging sejak tahun 2010. Apa yang dia bagikan melalui video itu, juga sudah banyak ditulis oleh umumnya para Blogger. Baik yang berhubungan dengan cara membangun blog yang tangguh, jurus SEO maupun jurus-jurus dalam monetizing.

Lalu apa kesan saya terhadap seorang Eka gara-gara video itu?
Juga biasa saja. Eka bukan seorang pencerah yang memikat apalagi memukau. Dia bukan tipologi inspirator. Artikulasi presentasinya, datar. Tidak ada intonasi yang seksi. Cara dia menuturkan segala sesuatu, tanpa dinamika. Miskin intonasi dan penekanan secara vokal. Artinya mendengarkan Eka menjawab pertanyaan demi pertanyaan, tidak membuat saya terinpsirasi. Dari sisi materi pembahasan, apa yang dijawab Eka, nyaris sama dengan apa yang ditulis Blogger pada umumnya. Tidak mendalam. Jawaban Eka, hanya setingkat dari judul dan sub judul dari daftar isi sebuah buku. Tidak menukik ke detail persoalan. Apalagi bila berkaitan dengan teknis. Eka, hanya melontarkan tips-tips dan nasehat-nasehat umum. “Ya ... sobat bisa cari di Gugel. Banyak kok yang menulis tentang ini. Sobat secing saja di Gugel”. Itulah kalimat pemungkas yang sering dilontarkan Eka sepanjang video tersebut.

Padahal yang saya cari, dan mungkin juga umumnya pemburu Eka, justru detail teknis dibalik pernyataan itu. Bagaimana seorang Eka melakukannya secara rinci. Agar segala yang menjadi misteri dalam menembus keterbatasan dalam dunia blogging, menjadi tersingkap dengan jelas, yang sudah dibuktikan secara kongkrit oleh seorang Eka. Tapi itu yang tidak ada.

Jadi para pemburu Eka,
Menurut Erianto Anas nasibnya sama dengan pemburu fatamorgana. Dari jauh, tampak kemilau sebuah oase yang akan menjawab segala kedahagaannya di bidang bloging dan monetizing. Tapi begitu dihampiri, dahaga itu tetap ada. Pertanyaan demi pertanyaan tetap belum terjawab. Nasib mereka, terjebak dalam sebuah lingkaran setan yang bernama simulacra Jean Baudrillard. Sebuah fantasi yang selalu mencubit di langit angan-angan. Tapi tidak pernah terjawab dengan tuntas. Eka, adalah sebuah dunia seolah-olah. Seolah-olah sebuah jawaban. Meminjam jargon para Postmodernis, Eka, sebenarnya hanya sebuah ikon yang membius. Hanya simbol. Yang dinikmati dari seorang Eka, bukan penyelesaian teknis yang dibagikannya. Tapi kenikmatan memburu seorang saleb. Karena Eka, kini adalah saleb yang begitu menggoda di pentas monetizing adsense.

Tapi Eka tidak salah. Bahkan dia tetap seorang Blogger yang luar biasa.
Faktanya memang begitu. Hanya melalui blog, dia bisa menjadi seorang jutawan. Eka tetap spektakuler. Dia adalah cambuk berapi yang bisa membakar kemalasan dan keculasan para Blogger. Bahwa untuk bisa sukses bisnis online, seorang Blogger harus punya tekad yang kuat. Lalu diatas itu, mengalir adrenalin yang selalu membakar gairah untuk belajar. Terus dan terus sampai akhirnya mendobrak pintu sukses.

Tidak ada pencapaian luar biasa yang bukan dengan usaha sungguh-sungguh.
Itulah yang disuguhkan secara tidak langsung oleh profil dirinya. Akal bulus dan mal praktek blogging, tidak akan pernah mengantarkan seorang Blogger menjadi seorang Publisher Adsense yang sukses. Bahkan bisnis apapun. Karena semua, ada aturan mainnya. Yang bermental dan melakukan praktek curang dan maling, cepat lambat, akhirnya tetap akan mati dihajar dan dicampakkan oleh sistem sebelum berkembang. Setiap Blogger, pada dirinya harus bersekutu 2 kekuatan yang saling berperang. Hasrat ingin menembus di satu sisi. Dan kesabaran untuk mengikuti alur sistem disisi lain. Diantara dua tegangan itulah pertumbuhan blogging menemukan kedewasaannya. Sampai akhirnya, matang. Maka disaat itulah seorang Blogger baru dikatakan siap untuk melirik bisnis online. Disaat itulah mereka baru pantas bergabung menjadi seorang Publisher Adsense dan pebisnis internet apapun.

Itulah yang dibagikan Eka pada bumi blogging. Bukan tutorial detail tentang cara melakukan segala sesuatu untuk itu. Saya tidak tahu apakah itu karena keterbatasan seorang Eka, yang hanya cemerlang sebagai contoh dan bukan sebagai seorang Guru Blogging. Atau karena memang itu sengaja disembunyikan oleh Eka sebagai “rahasia perusahaan” pribadinya. Tapi dimata saya, Eka adalah pemicu semangat. Bukan sumber belajar bagaimana cara detail untuk menerapkan semangat itu secara teknis.

2 komentar

avatar

Saya sependapat dengan anda bahwa eka lesmana sebagai pemicu semangat para blogger di indonesia.. dan saya juga setuju kalo mas eka belum bisa dikatakan sebagai guru blogging untuk para blogger pemula seperti saya. Hehe

Balas Hapus
avatar

hahaha ...!
Makasi sudah mampir Murdani

Balas Hapus
Komentar yang tidak relevan, jorok, spamming dan promosi link akan dihapus

Copyrights @ blogernas ■ Desember 2015 - Erianto Anas