QUOTE
Yang umum diyakini, membuat blog itu susah.
Apalagi menjadikannya untuk mencari uang di internet.
Tapi ketahuilah, itu hanya mitos!
Temukan inspirasi dan semangat baru di sini
terbaru

Siapa Itu Blogger Erianto Anas?

: Senin, Februari 08, 2016

Erianto Anas

Jika anda cari di Google tentang siapa Blogger Erianto Anas, anda akan menemukan banyak yang mengulas tentang dirinya. Tapi jangan lupa. Tidak semua yang menulis tentang Erianto Anas itu valid alias bisa dipercaya. Karena tujuan mereka menulis tentang dia, sangat beragam. Termasuk pengetahuan mereka tentang Erianto Anas, juga tidak sama. Karena itu pastikan anda membaca tentang Erianto Anas dari sumber yang terpercaya, misalnya dari blog ini.








Erianto Anas,
Adalah seorang manusia berjenis kelamin laki-laki. Dia adalah orang gila yang digandrungi oleh orang-orang waras. Itu sebabnya, namanya penuh kontroversi di internet. Baik di muka bumi Blogging, Kaskus, Viva, Kompasiana, Forum Tempo, apalagi Facebook. Tapi sekarang, dia sudah tobat. Kenapa?

Karena semua itu lebih banyak celakanya ketimbang manfaatnya.
Memangnya apa yang dia lakukan sebelumnya?

Dialah Blogger yang kerjanya membantai para Blogwalker. Membantai para Blogger yang kerjanya sibuk blogwalking kesana kemari hanya untuk mengharap kunjung balik dengan sesama Blogger. Blogger yang demikian, dijuluki Erianto Anas sebagai Blogger Kentut. Isi kepalanya, kosong, tapi ambisi untuk eksis di dunia blogging, rakus. Rakus ingin mendapatkan pengunjung, tapi impoten kreativitas. Impoten menulis postingan dengan sungguh-sungguh, yang benar-benar bermanfaat bagi pengunjung. Yang dilakukan, hanya menulis hal-hal remeh dengan cara yang juga remah. Tujuan posting, hanya untuk menampung para sesama blogwalker untuk saling setor komentar basa-basi.

Lalu atas aksi itu apa akibat yang Erianto Anas tangggung?
Meski usia bloggingnya saat itu baru menginjak masa lebih kurang 3 bulan, namanya langsung mencuat di belantara Blogging. Dia, dikenal sebagai Blogger yang inspiratif sekaligus ditakuti. Inspiratif karena dia selalu hadir dengan postingan tak terduga. Ide-idenya, sering diluar perkiraan. Tak terduga. Diluar kebiasaan. Tidak maenstream dalam tradisi blogging yang berlangsung saat itu. Tapi semua itu, membuat banyak Blogger ketagihan menghampirinya. Banyak blogger, sengaja tidur di blognya, menunggu-nunggu postingannya meluncur. Disisi lain, dia juga ditakuti. Apa yang dipuja para blogger, dia hajar tanpa tedeng aling-aling. Blogwaking, SEO, Backlink, Award dan sejenisnya yang begitu dielu-elukan para Blogger, dia telajangi tanpa ampun. Karena itulah dia juga dinilai sebagai Blogger yang galak.

Tapi anehnya,
Blognya melesat kencang diluar perkiraan.
Hanya dalam waktu 6 bulan, blognya mampu menembus tangga Alexa Global di angka 50.000. Dan pengunjungnya, sudah mencapai diatas 2000 perhari. Bahkan puncaknya, menjelang blognya dihapus Google, rata-rata pengunjung perhari, sudah mencapai 35.000-an perhari. Tapi jangan lupa. Dibalik semua itu, tidak sedikit tembakan peluru sirik menghunus bathinnya. Sebanyak yang suka, sebanyak itu pula yang benci. Selain ramai review positif tentang dirinya, juga tidak sedikit gosip negatif dan saling menghasut diantara para blogger terhadap dirinya. Bahkan akun dan blognya, dibanned oleh situs sosial bookmarks Lintas Berita karena banyak blogger, mereportnya. Itu terjadi ditahun 2011.

Selain aktif sebagai Blogger, Erianto Anas saat itu juga aktif menulis di Kompasiana.
Disana, dia juga mendapat respon yang luar biasa. Baik yang pro maupun yang kontra. Di widget tulisan terpopuler dan terlaris Kompasiana, selalu dimonopoli oleh tulisannya. Karena setiap dia meluncurkan tulisan, dalam hitungan menit, selalu berjubel dikerumuni para Kompasianer. Baik yang ingin memuji, berdiskusi, maupun yang ingin mencaci maki. Akibatnya, jumlah view dan rating tulisannya, langsung meroket dalam seketika. Singkatnya, asal dia sudah menulis, panel tulisan Terlaris, selalu dihuni oleh tulisannnya. Gara-gara itu, sebagian kecil Kompasianer, ada yang menduga bahwa ada kerjasama antara Erianto Anas dengan admin Kompasiana.

Memangnya apa yang dia tulis sehingga dia begitu santer di Kompasiana?

Dia menulis tentang Filsafat dan Agama. Tapi bukan dengan sajian konvensional. Tapi dengan haluan kiri, dengan sajian kritis dan liberal. Itulah yang menyebabkan tulisannya selalu menimbulkan kontroversi tajam. Karena apa yang dia tulis, selalu diluar kelaziman. Bahkan puncaknya, dia menjadi target bom buku Pepi Fernando. Itu semua, gara-gara Pepi, merasa kesal dengan tulisan-tulisannya di Kompasaiana. Tapi karena Pepi tidak berhasil menemukan alamat Erianto Anas di Google, target Pepi akhirnya bergeser ke Ulil di markas Islam Liberal Utan Kayu Jakarta. Semua itu, sebelumnya tidak diketahui oleh Erianto Anas. Tapi dia tahu, dari laporan seorang Komapasianer yang simpati padanya, bahwa berita tentang itu, telah dipublish di Tempo Online. Berita panas itu, akhirnya tersebar di Kompasiana. Dan efeknya, selama lebih kurang satu minggu, tulisan Erianto Anas di Kompasaina mendadak jadi sepi, karena banyak Kompasianer, jadi takut berinteraksi dengan Erianto Anas. Takut akan kena getahnya. Tapi setelah itu, tulisan Erianto Anas, kembali ke stadium awal, selalu banjir klik dan komentar.

Tapi itu bukan berarti Erianto Anas sudah selamat.
Sejak kejadian itu, Erianto Anas sering dilaporkan oleh para Kompasianer yang membencinya ke admin Kompasiana. Dilaporkan, agar keberadaan beliau disana, dikaji ulang alias dibanned saja. Tapi admin, tidak melakukannya. Yang dilakukan admin saat itu, akhirnya menanggalkan panel tulisan terpopuler sekaligus menghapus rubrik agama, agar tidak terjadi lagi hiruk pikuk masalah debat agama. Kejadian itu, justru membuat sebagian Kompasianer geleng kepala, karena itulah pertama kali Kompasiana mengubah kebijakannya hanya gara-gara seorang membernya, yaitu gara-gara Erianto Anas.

Apakah itu sudah akhir dari riwayat jihad Erianto Anas di muka bumi maya?

Pastikan anda tetap disini setelah saya bangun tidur nanti malam
Sekarang saya ingin istirahat dulu, karena saya belum tidur sejak tadi malam.
Dan tolong, selama antri jangan saling berdesakan
Bisa?

14 komentar

avatar

ya setidaknya dalam paragraf awal saya benar2 mengenal mas erianto anas yang sebenarnya bahkan saya juga sempat menjaga kerahasiaan nomor handphone erianto anas dan bahkan sempat tlpnan :)

untuk yang lain mempublis tentang siapa erianto anas saya rasa hanya sebuah tulisan yang ikut-ikutan saja atau mengutip sedikit dari publisher lain yang mengetahui erianto anas.

apakah saya termasuk orang yang ada di paragraf pertama mas anas?

Balas Hapus
avatar

Hahaha ....!
Kamu tapi termasuk orang dalam Rizal
Mahasiswa terbaik blogenas

Balas Hapus
avatar

mahasiswa terbaik blogernas lulusan S3 kampus maya blogernas serta mahasiswa yang kurangajar terhadap blogernas karena tidak muncul2 pada kolom komentar blogernas hahahaha

Balas Hapus
avatar

Jadi kangen sama tulisan yang selalu membuat saya berfikir dua kali

salam kangen kang

Balas Hapus
avatar

hahaha
Makasih sudah mampir mas Mahfudz,

salam sambut kangen

Balas Hapus
avatar

Saya dulu pengagum anda bang ernas. Kenapa tidak muncul kembali ke dunia persilatan. Tulisan anda seperti bang deny siregar yg rajin menghajar kaum pemilik surga.

Balas Hapus
avatar

Hahaha ...!
Terima kasih pengakuannya Hendra
Muncul dimana maksudnya?
Oya gimana ceritanya anda bisa kesasar ke blog saya ini Hendra?

Balas Hapus
avatar

Suwee ...kelamaan....buruan nulis lagi Saya udah antri 3 tahun neh .ga usah pake tidur hahaha

Balas Hapus
avatar

Welcome back pak Guru... masih kenal saya?

Balas Hapus
avatar

wah .... Kenapa tidak mas Athur.
Gimana khabarnya sekarang?
Terus gimana ceritanya hingga kesasar kesini mas?

Balas Hapus
avatar

alhamdulillah.. kabar saya selalu luar biasa...
bukan kesasar, cuman kmrn gak sengaja lagi ngepost tulisan baru, iseng buka2 arsip lama.. siapa tau msh ada blogger yang masih eksis.. eh ternyata bner.. salah satunya nemu blogernas.. udah gak pake co.cc lagi...

Balas Hapus
avatar

hahaha ... begitu ya ceritanya. Asyik!
Mari kita aktif lagi menulis mas Arthur

Balas Hapus
Komentar yang tidak relevan, jorok, spamming dan promosi link akan dihapus

Copyrights @ blogernas ■ Desember 2015 - Erianto Anas