Judi Bola
QUOTE
Yang umum diyakini, membuat blog itu susah.
Apalagi menjadikannya untuk mencari uang di internet.
Tapi ketahuilah, itu hanya mitos!
Temukan inspirasi dan semangat baru di sini
terbaru

Tugas Detail Seorang Web Programmer

: Rabu, September 21, 2016

Tugas Detail Seorang Web Programmer


Jika seorang Web Programmer tidak mejalankan tugasnya, maka sebuah desain web, tidak akan menjadi sebuah website jadi. Kenapa? Karena dialah yang membuat imajinasi visual yang dibuat oleh seorang Web Designer menjadi nyata.

Itulah inti tugas seorang Web Programmer
Yaitu mejadikan setiap gambaran visual yang dibuat oleh seorang Web Designer menjadi terwujud dalam bentuk website jadi. Sama dengan sebuah perumahan. Ketika sebuah gambar arsitektur selesai dibuat, maka yang bisa mewujudkannya menjadi sebuah bangunan nyata, adalah tukang. Tanpa tukang, sebuah gambar artsitektur perumahan, tetap hanya tinggal gambar diatas kertas.

Secara teknis, inilah detail tugas seorang Web Programmer:


Pertama, memahami Gambar Desain sebuah Website

Sebelum membuat sebuah website, seorang Programmer, harus membaca gambar yang dibuat oleh seorang Web Designer sebagai rancangannya, yang sudah terangkum dalam bentuk Wireframe dan Mockup Web. Misalnya apa yang harus dibuat pada sebuah elemen web. Seperti apa layout atau struktur webnya. Lalu fitur-fitur apa saja yang diperlukan pada setiap elemen tersebut, misalnya pada bagian header, main, sidebar dan footer sebuah halaman Web. Apakah bersifat statis atau dinamis. Apakah bersifat pasif atau interaktif. Singkatnya, detail setiap bagian yang terdapat pada gambar desain web lengkap dengan sistemnya, harus dipahami dengan tepat. Tujuannya, agar web yang dibuat, sesuai dengan rencana semula, agar fungsinya, bekerja sesuai target yang diinginkan gambar. Jika diperlukan, misalnya ada bagian dari gambar desain yang meragukan, seorang Web Programmer harus bertanya langsung pada Web Designer agar tidak terjadi kesalahanpahaman dalam membaca gambar.


Kedua, melakukan coding

Maksudnya, membuat bahasa pemrograman atau script yang cocok untuk setiap elemen dan fitur yang dibutuhkan. Misalnya pada bagian main adalah tempat menampilkan setiap post sebuah website. Maka seorang Web Programmer, membuat scriptnya dengan program web agar sistem input dan edit post itu menjadi ada dan bekerja sebagaimana mestinya. Begitu juga dengan setiap bagian lainnya. Termasuk jika ada plugin atau widget yang dibutuhkan. Misalnya pada bagian pojok kanan bawah, diperlukan fitur chat dinamis. Maka Web Programmer, harus membuat bahasa kode atau scriptnya sampai akhirnya fitur chat itu menjadi ada dan bekerja. Begitulah seterusnya sampai dengan database dan sistem securitynya. Semua dari awal sampai akhir, harus diwujudkan Web Programmer satu demi satu sampai tuntas.


Ketiga, melakukan checking

Maksudnya, melakukan pemeriksaan. Setelah semua elemen, fitur dan widget yang dibuat selesai, maka terakhir seorang Web Programmer, harus melakukan uji coba. Apakah setiap elemen dan fitur tersebut, sudah berfungsi. Apakah sudah bekerja sesuai sistem yang diharapkan. Selain itu, juga harus dicermati, apakah ada trouble antar setiap fitur, apakah ada yang saling bentrok. Misalnya fitur tertentu saat dibuka sendiri, bisa bekerja sesuai harapan. Tapi saat dibuka secara bersamaan dengan fitur lain, justru menjadi tidak bekerja dengan optimal atau error. Maka kedua fitur tersebut, harus diperbaiki lagi scriptnya. Harus dimodifikasi lagi logika sistemnya, agar keduanya, tidak saling bentrok. Istilahnya, seorang Web Programmer, harus memikirkan kompatibilitas dan sinkronisasi antar setiap elemen dan fitur sebuah website yang dibuat.


Keempat, kerjasama finishing dengan Web Designer

Secara teknis, inti tugas seorang Web Programmer adalah membuat sistem aplikasi website. Sedang soal perwajahan, soal sisi artistiknya, sudah merupakan tugas seorang Web Designer. Karena itu begitu seorang Web Programmer selesai mewujudkan gambar desain menjadi sebuah web jadi, tugasnya belum berakhir. Semua itu, diserahkan kembali pada Web Designer, untuk didandani tampilan webnya agar menjadi menarik. Dalam hal ini, Web Designer akan mengutak atik script-script tertentu untuk mencapai tampilan yang dinginkan. Nah kadang saat itu dilakukan, terjadi error pada fungsinya. Desain tampilannya sudah terwujud, tapi efeknya, ada fitur yang tidak bekerja karena scriptnya sudah diedit secara tidak tepat oleh Web Designer. Maka disinilah diperlukan saling kerjasama antar Web Programmer dengan Web Designer. Bagaimana carnya agar bisa saling membantu, sehingga tujuan mereka berdua, antara fungsi dan desain tampilan, sama-sama tercapai tanpa konflik pada sistem codingnya.

Lebih kurang, itulah beberapa tugas seorang Web Programmer. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, dengan apa semua tugas tersebut bisa diwujudkan? Baca: Kemampuan yang Dibutuhkan Seorang Web Programmer

Komentar yang tidak relevan, jorok, spamming dan promosi link akan dihapus

Copyrights @ blogernas ■ Desember 2015 - Erianto Anas