QUOTE
Yang umum diyakini, membuat blog itu susah.
Apalagi menjadikannya untuk mencari uang di internet.
Tapi ketahuilah, itu hanya mitos!
Temukan inspirasi dan semangat baru di sini
terbaru

Kupas Tuntas Pengertian Warna RGB dan CMYK

: Kamis, Agustus 04, 2016

Kupas Tuntas Pengertian Warna RGB dan CMYK

Boleh jadi istilah RGB dan CMYK ini sering menjengkelkan anda. Tapi selalu saja kedua istilah ini anda temukan. Lain halnya dengan mereka sebagai praktisi desain, yang sering bergulat dengan dunia Seni Rupa, desain grafis dan advertising, sudah tidak asing lagi dengan kedua istilah ini.

Jadi Apa Itu Warna RGB dan CMYK?

Keduanya merupakan mode sistem pewarnaan.



Kupas Tuntas Pengertian Warna RGB dan CMYK

RGB adalah singkatan dari Red-Green-Blue.
Ketiga warna ini disebut juga dengan warna proses, karena warna-warna lain dalam sistem ini, terbentuk dari ketiga warna tersebut melalui permainan intensitas cahaya. Makin kuat cahaya yang dipancarkan, maka semakin jelas warna yang ditampilkan, semakin hue warnanya jelas dan puncaknya menjadi putih. Sebaliknya semakin redup cahaya yang dipancarkan, maka semakin warna yang ditampilkan, menjadi redup. Dan puncaknya menjadi hitam atau gelap. Artinya

Bayangkan sebuah cahaya lampu, yang aslinya adalah berwarna putih. Lalu didepannya, diletakkan kaca berwarna biru, maka cahaya lampu yang putih tersebut, akan berubah menjadi warna biru. Tapi intensitas kebiruan ini, bisa bervariasi, bergantung seberapa kuat intensitas cahaya yang dipancarkan. Semakin kuat cahayanya, maka akan semakin jelas warna birunya. Tapi jika semakin redup, maka birunya juga akan redup. Dan bila cahayanya dihilangkan, maka warna biru tersebut, akan menjadi hitam atau gelap. Begitulah lebih kurang cara kerja sistem pewarnaan dengan konsep RGB. Warna yang dihasilkan menggunakan sistem filter cahaya. Itu sebabnya, warna RGB ini disebut juga dengan isitilah additive color.

Sistem pewarnaan RGB ini digunakan pada tampilan yang bersifat digital. Misalnya pada layar Televisi, Screen Monitor, kamera video, dan sejenisnya. Tapi jika sistem RGB ini digunakan untuk media cetak, hasilnya akan meleset. Warna hasil cetaknya, tidak akan sama persis dengan warna yang ditampilkan pada layar monitor digital. Artinya warna RGB, memang dikhususkan untuk kemasan digital. Contohnya untuk tampilan halaman web, video dan presentasi.


Kupas Tuntas Pengertian Warna RGB dan CMYK

CMYK adalah singkatan dari Cyan-Magenta-Yellow-Black.
Prinsip dasar dari sistem pewarnaan CMYK adalah, warna-warna yang ditampilkan, merupakan pantulan dari cahaya, atau dikenal dengan istilah substractive color. Warna yang dilihat oleh mata, bukanlah warna benda pada dirinya sendiri. Melainkan cahaya yang memantul dari benda-benda tersebut. Misalnya sebuah tembok berwarna kuning ditimpa oleh sebuah cahaya. Maka warna kuning yang dilihat oleh mata, merupakan pantulan cahaya dari permukaan tembok. Jika tidak ada cahaya yang dipantulkan tembok, maka warna kuning tidak akan kelihatan. Hasilnya akan menjadi gelap atau hitam.

Sistem pewarnaan CMYK ini digunakan pada media cetak, untuk kepentingan desain grafis, seperti mencetak brosur, undangan, banner, spanduk, baliho dan sejenisnya. Karena hasilnya, lebih maksimal ketimbang menggunakan mode warna RGB. Karena jumlah warna yang dicampur pada CMYK, sudah lebih kaya, sehingga bisa memunuhi keragaman warna yang dibutuhkan.

Komentar yang tidak relevan, jorok, spamming dan promosi link akan dihapus

Copyrights @ blogernas ■ Desember 2015 - Erianto Anas