Judi Bola
QUOTE
Yang umum diyakini, membuat blog itu susah.
Apalagi menjadikannya untuk mencari uang di internet.
Tapi ketahuilah, itu hanya mitos!
Temukan inspirasi dan semangat baru di sini
terbaru

Kelemahan Tulisan Blogger Pemburu Adsense

: Jumat, Maret 18, 2016

Yang saya maksud dengan Blogger pemburu Adsense adalah, mereka yang ingin menjadi publisher Adsense. Mereka yang blogging, dalam rangka ingin menembak bisnis PPC dari layanan Google.

Apa yang menjadi masalah dengan tulisan mereka?
Pada kesempatan ini saya ingin menelanjangi mereka dari 2 penjuru:

Pertama dari panjang pendek tulisan

Mereka termakan mitos bahwa postingan yang panjang, adalah salah satu syarat mutlak dari Google Adsense. Akibatnya, mereka seperti produser Sinetron. Selalu mengulur-ngulur episode untuk menggenjot rating dan citra. Atau seperti sastrawan gadungan yang mengira bahwa novel adalah cerpen yang ditarik-tarik hingga bertele-tele menjadi puluhan halaman. Cerita pendek yang diulur-ulur hingga menjadi cerita panjang. Artinya blogger tipologi ini tidak mengerti persoalan.

Yang dimaksud oleh Google, bukan soal panjang pendek tulisan
Tapi adalah soal kebergunaan dan kenikmatan pembaca atau pengunjung saat membaca sebuah tulisan. Algoritma Google kini, tidak lagi mengandalkan permainan kata kunci atau keyword. Tapi adalah, kualitas sebuah tulisan. Standar mutu mereka, kini bergerak pada sejauh mana sebuah halaman web atau blog, memberi pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung. Apakah itu bersifat mencerahkan, menambah pengetahuan baru, atau sebuah keasyikan tersendiri. Intinya, menulis untuk manusia. Bukan menulis untuk robot. Bukan hanya sekedar untuk mencubit SEO. Atau untuk mencuri muka untuk Adsense.

Bagaimana cara membuktikan bahwa seorang Blogger menulis memang untuk manusia dan bukan untuk robot dan Adsense? Lihat berapa skor Bounce Rate blognya. Jika persentasenya besar, itu tandanya, pengunjung tidak betah. Lihat time on sitenya di Alexa. Jika angkanya rendah, itu suatu bukti, bahwa rasio pentalan blognya, tinggi. Artinya begitu pengujung mendarat ke blog mereka, pengunjung tersebut tanpa lengong kiri lengong kanan, langsung loncat keluar. Itu suatu bukti, tulisan mereka tidak menarik. Walaupun postingan sudah diulur hingga panjangnya sekian halaman. Tapi pembaca tidak bisa ditipu. Mana tulisan yang natural, dan mana tulisan yang melacur. Mana yang panjang memang karena materi kajiannya mendalam dengan ulasan yang kaya, dan mana yang hanya sengaja memperpanjang tulisan dengan permainan kata sambung dan mengulang hal-hal remeh untuk mencapai kuota penulisan sekian karakter.


Kelemahan Tulisan Blogger Pemburu Adsense


Kedua dari nyawa tulisan

Jangan lupa, tulisan, juga punya nyawa. Apa maksudnya?
Dengarlah tangis bayi yang kehausan tapi sedang ditinggal ibunya. Hati anda akan merasa tersayat mendengarnya. Padahal, sang bayi belum mampu mengucapkan kata-kata. Hanya raungan yang tak terperikan. Itulah nyawa sebuah artikulasi. Begitulah perumpamaan nyawa sebuah tulisan. Ada transfer bathin, ada manifestasi kesungguhan yang menyusup pada kata demi kata yang tertulis. Sebuah naturalisasi tanpa sandiwara. Murni tumpah ruah ekspresi diri dan semangat untuk berbagi. Bukan berpura-pura. Bukan berlagak baik sambil membukukkan diri.

Lalu bagaimana dengan tulisan Blogger pemburu Adsense?
Rata-rata tulisan mereka, tidak bernyawa. Sejauh yang saya temukan, membaca tulisan mereka, serasa menyaksikan permainan puzle. Postingan mereka, hanya mengaduk-aduk kata-kata mati. Sama sekali tidak menginspirasi. Yang terbaca, hanya sebuah hasrat ingin lulus dari standar kebijakan dan mutu layanan Google. Mereka, menulis dalam rangka menjilat algoritma Adsense. Mereka, mendadak menjadi manusia super bersih. Tapi palsu.

Akibatnya, kreativitas mereka, menjadi tumpul. Karena mereka selalu dihantui oleh perasaan dinilai. Mereka, mejadi ekstra hati-hati. Mereka, mejadi over perfection. Terlalu berhasrat menjadi sempurna. Itu bisa terbaca dari cara mereka menulis. Postingan mereka, kaku. Diksinya, tidak lincah. Sulit mengembangkan topik. Tapi anehnya, mereka tetap berjuang menulis panjang lebar. Akibatnya, isinya tidak lebih dari permainan kata sambung dan ha-hal tidak penting.

Lalu apa pesan saya dibalik semua ini?
Nasehat saya, sama dengan saran Google.

Menulislah untuk manusia!
Jangan menulis dalam rangka mencuri muka ke Adsense. Itu sama artinya anda menggali kubur untuk diri anda sendiri. Tak ada yang akan berselera membaca tulisan bertopeng. Tulisan yang memikat, tetap tulisan yang mengalir natural.

Tentang persetujuan Adsense yang anda ragukan, jangan terlalu dipikirkan. Meski anda tetap harus optimis, tapi disisi lain, pasang sebuah sikap bathin sebagai backup psikologis, bahwa Adsense, hanya salah satu ceruk monetizing. Tapi bukan satu-satunya. Masih banyak peluang bisnis online lainnya yang akan mendarat di blog anda. Tapi dengan catatan, blog anda, memang blog yang bergizi. Prinsip yang harus anda tamparkan ke diri anda adalah:

Dimana ada gula, disitu ada semut
Dimana ada blog yang memikat, berjubel pengunjung dan mitra bisnis, akhirnya akan terpikat dan menempel jua ke blog anda. Jadi, berhentilah melacur.

6 komentar

avatar

Sungguh tulisan yang luar biasa Mas EA. Ingin rasanya saya bertemu darat dengan sampean. Dengan bertemu langsung, tentu ada banyak hal yang bisa saya pelajaran dari anda. admin ikaay dan didaksi.com salam blogger.

Balas Hapus
avatar

Hahaha ....!
Saya sangat menikmati apresiasi anda SiDoel
Terima kasih

Balas Hapus
avatar

terimakasih atas pencerahan nya ,, dan sangat bermanfaat buat saya yg baru mulai .

Balas Hapus
avatar

Sama-sama Is Tuah, terima kasih juga sudah berkunjung kesini

Balas Hapus
avatar

waw wiw dan wuw hehe setelah membaca ini topeng saya terbuka sendiri...keren bro menginspirasi saya juga baru mau mulai buat blog.jadi inti nya cari orang jujur emg susah ya-**

Balas Hapus
avatar

Hahaha .... syukurlah anda sudah tobat Bagus Cahyadi

Balas Hapus
Komentar yang tidak relevan, jorok, spamming dan promosi link akan dihapus

Copyrights @ blogernas ■ Desember 2015 - Erianto Anas