QUOTE
Yang umum diyakini, membuat blog itu susah.
Apalagi menjadikannya untuk mencari uang di internet.
Tapi ketahuilah, itu hanya mitos!
Temukan inspirasi dan semangat baru di sini
terbaru

Cara Detail Merumuskan Niche Blog Sendiri

: Minggu, Maret 06, 2016

Dengan mengikuti langkah detail cara merumuskan niche pada blog ini, nafsu blogging anda akan naik diluar perkiraan. Langsung oleh Blogger yang sudah berpengalaman tentang niche potensial dalam dunia blogging.

Setelah tulisan Cara Mengetahui Minat Sendiri berhasil membantu anda untuk menemukan orbit dan harta karun anda sendiri, sekarang tiba waktunya untuk melakukan praktek. Praktek bagaimana cara merumuskan semua itu menjadi sebuah keputusan yang kuat untuk mimilih niche postensial untuk blog anda sendiri. Bagaimana caranya? Santai dululah. Bakar dulu rokok sebatang. Sambil seduh Cappuccinonya. Bila perlu matikan dulu semua suara bising yang mengganggu disekitar anda. Lalu kunci semua pintu rumah anda. Bila perlu, usir semua penghuninya hingga yang tinggal hanya anda sendiri dalam kamar.

Baik.

Sekarang coba jawab pertanyaan saya:
"Apa yang selama ini selalu menjadi minat dan kegemaran anda? Yang walau bagaimana pun, anda tidak pernah meninggalkannya?"

Sambil anda memikirkannya, saya berikan sebuah contoh. Bagaimana dari sebuah minat yang semula tampak remeh, akhirnya menjadi sebuah ide besar yang luar biasa. Anggaplah hobi anda selama ini adalah musik. Dan musik yang anda gandrungi adalah, genre musik rock. Termasuk musik keras kategori Underground. Dari dulu, anda selalu gemar mengkoleksi kaset, CD dan sejenisnya dimana anda bisa menumpuk koleksi musik anda. Bahkan, anda juga senang memainkan beberapa lagu favorit anda dengan gitar.

Maka itulah lahan empuk untuk anda tulis.
Anda bisa membangun sebuah blog dengan judul: "Trash Muzik"
Deskripsinya: "Total Cakrawala Musik Rock dan Underground dari nol kilometer"
Isinya, bukan hanya kumpulan lagu dan akor musik terkait, tapi adalah, segala hal yang terkait dengan dunia musik anda. Mulai dari sisi teknis, sampai dengan sisi psikologis dan manfaatnya mengkomsumsi musik. Dari satu topik sederhana, bisa anda kembangkan menjadi sub topik yang bersayap kesana kemari.

Contoh
Anggaplah anda menulis tentang lagu Metallica.
Maka selain, meliput judul lagu terbarunya, lirik dan chordnya, anda juga iringi dengan sejarah lahirnya lagu itu bagi Metallica. Lalu apa kelebihan dan kekurangannya dibanding masterpicenya sebelumnya. Tidak harus berdasarkan rujukan, anda bisa saja menulis semua itu bedasarkan apresiasi anda sendiri. Lalu disisi lain, anda juga bisa tulis efek psikologis kalau mendengarkan lagu tersebut. Misalnya mereka yang loyo, akan langsung berkobar-kobar semangat hidupnya. Mereka yang pemalu bisa bangkit menjadi pribadi yang antusias dan dinamik. Jadi hobi bergaul dan digandrungi oleh teman-teman.

Itu belum selesai alias belum mentok.
Anda juga bisa tulis tipologi orang yang akan menyukai lagu tersebut. Misalnya anda tulis, mereka yang masih udik, tidak akan suka mendengarkannya. Karena kemampuan untuk menimati lagu Metallica, membutuhkan kepekaan musik yang tidak standar. Dibutuhkan sens of music yang berbeda ketimbang menikmati musik seperti dangdut dan pop. Begitu juga dengan latar pergaulan dan hobi seseorang. Mereka yang hobinya nonton layar tancap, tidak akan menggemari lagu Metallica. Karena Metallica, adalah sebuah lambang tipologi remaja beken yang punya selera khusus. Dan seterusnya.

Masih ingin mengembangkannya?
Anda juga bisa tulis, bagaimana cara memainkan lagu Metallica dengan gitar. Apa kunci rahasia dari rithymnya yang sangar. Bagaimana cara memainkan tiping melodinya dengan lincah. Bagaimana melatih jari agar lues pindah-pindah chord dengan seketika. Dan masih banyak lagi.

Bayangkan, itu baru dari satu judul lagu. Belum lagi dari sisi lainnya. Belum lagi terhadap grup musik lain dengan lagunya masing-masing. Singkatnya, tidak ada minat yang mentok untuk dikembangkan menjadi sebuah niche blog yang mendalam. Semua, bisa tajam dan representatif jika digarap dengan sungguh-sungguh. Apapun minat anda, adalah ceruk potensial untuk menemukan pasarnya sendiri. Saya masih ingat. Hermawan Kartajaya dari MarkPlus on Marketting mengatakan: "Anda tidak perlu datang ke semua orang. Tapi cukup datangi mereka yang memang membutuhkan anda. Maka itulah pasar potensial dari bisnis anda".

Intinya, tidak perlu rakus mencari ide besar dan pasar global untuk menjual diri anda.
Tapi cukup kembangkan harta kreatif spesifik milik anda sendiri, lalu garap hal itu dengan sungguh-sungguh. Maka sesudahnya, dunia akan mengakui anda sebagai orang yang paling kompeten dan representatif di ceruk tersebut.

Apapun adanya minat anda saat ini, bungkus!
Dan itulah yang anda jual. Itulah niche terbaik untuk blog anda sendiri. Jangan menjadi asongan atas produk orang lain yang anda tidak mengerti apa-apa tentangnya. Bisa?

2 komentar

avatar

Selamat pagi Mas EA. Tulisan anda tidak pernah kering dari daya tarik untuk membuat seseorang berpikir ulang tentang dirinya sendiri. Sesuatu yang dianggap remeh oleh pribadi seseorang, oleh anda dipuja dan dikultuskan sebagai pintu eksistensi paripurna. Ditangan anda sebuah hoby yang dikerdilkan oleh banyak orang, bahkan oleh sang pemilik hobi itu sendiri, diangkat dari lubangnya yang curam menjadi kilau mutiara yang akan dikerumuni banyak orang. Tulisan anda selalu melirik yang kecil, yang tak dilirik oleh siapa-pun. Tidak hanya dalam tulisan seperti ini, dalam membuat tutorial blog, anda juga menuliskan hal-hal yang jarang bahkan tidak pernah ditulis oleh para blogger. Saya tidak pernah bosan membaca tulisan anda, baik tutorial atau-pun tulisan seperti ini. Saya curiga, jangan-jangan anda layak menjadi motivator ulung, yang melebihi motivator-motivator di bangsa ini. Saya tunggu tulisan-tulisan anda Mas EA. Salam blogger. admin ikaay

Balas Hapus
avatar

Hahaha ..... seksi dan nikmat sekali komentar anda Sidol. Apa yang anda akui terhadap tulisan saya, juga terjadi pada komentar anda. Lezat!

Balas Hapus
Komentar yang tidak relevan, jorok, spamming dan promosi link akan dihapus

Copyrights @ blogernas ■ Desember 2015 - Erianto Anas